Apa itu inflasi dan pengaruhnya pada harta kekayaan Anda

Diposting pada

Yuk cari tahu lebih banyak tentang inflasi dan mengapa ia punya peranan penting dalam nilai kekayaan yang Anda simpan. Disertai dengan trik dan tips singkat untuk menjaga nilai harta Anda dari deteriorasi mata uang rupiah.

inflasi
Tukang ojek menghitung penghasilan yang didapatkan di pasar atom, Jakarta l Sumber: Farhan Perdana (Blek)

Mungkin masih banyak masyarakat di Indonesia yang belum menyadari jika mata uang rupiah, secara alami akan terkena deteriorasi. Banyak yang mengira jika nilai mata uang kita akan kembali menguat suatu saat. Dan ini bisa saja terjadi, namun dalam jangka panjang, penurunan nilai mata uang rupiah tidak dapat kita hindarkan, terbukti dari index harga konsumen bersumber dari Bank Sentral dimana inflasi Indonesia dalam 20 bulan terakhir ada di kisaran 3% sampai 4%.

Nilai ini sebenarnya sungguh sangat kecil jika dibandingkan dengan rata-rata inflasi Indonesia dalam 10 tahun sebelumnya, dimana memiliki rata-rata sebesar 6% (Sumber lanjutan: Badan Pusat Statistik). Walaupun pengaruh lonjakan terbesar datang pada tahun 2008 dimana mencapai lebih dari 11%.

Apa itu inflasi dan apa akibatnya bagi uang tunai Anda

Jika Anda memiliki uang tunai di tangan atau menyimpannya di Bank, sebut saja nominalnya sebesar 100 juta rupiah,dan Anda merencanakan untuk membeli sebuah properti berupa rumah tinggal yang seharga 125 juta rupiah. Jadi Anda hanya perlu untuk menabung lagi sebesar 25 juta sebelum akhirnya dapat membeli rumah tersebut di tahun berikutnya.

Jika rencana Anda seperti ini, maka pada akhir tahun tersebut Anda tidak akan memiliki cukup uang untuk membeli properti tersebut. Mengapa? Hal ini disebabkan karena adanya deteriorasi nilai rupiah yang pasti terjadi setiap bulannya sepanjang tahun dengan rata-rata sebesar 4%.

Jadi harga properti tersebut di tahun berikutnya disaat Anda menabung, akan meningkat nilainya karena nilai rupiah yang menurun. Dari harga sebesar 125 juta rupiah, jika ditambah dengan nilai inflasi sebesar 4% (dari 125 juta adalah 5 juta), kita akan mendapatkan nilai properti yang meningkat menjadi 130 juta pada tahun depan.

Disini, karena nominal rupiah yang kita pakai sama, maka kita akan menyebut jika barang-barang yang kita beli menggunakan mata uang rupiah, mengalami peningkatan harga. Sebenarnya, mata uang kitalah yang mengalami penurunan nilai, bukan harga barang yang menjadi mahal. Dengan menerapkan strategi pertumbuhan yang benar, tentu Anda dapat mengatasi permasalahan peningkatan harga yang disebabkan turunnya nilai mata uang kita.

Karena itu, uang tunai menjadi momok bagi banyak investor karena jika Anda menyimpannya dalam jumlah besar dalam jangka waktu yang lama, hitung saja penurunan nilai nya dalam kurun waktu 5 tahun atau bahkan 10 tahun? Perhitungan untuk jangka waktu 10 tahun, tidak bisa dilakukan dengan mengkalikan 10 dengan nilai inflasi tahunan sebesar 4%, karena berdasarkan ilmu statistik, pasti akan adanya akumulasi yang terjadi setiap tahunnya karena pertambahan nilai bunga. Jadi pada tahun pertama akan terkena inflasi 4%, tahun kedua 4,16% dan seterusnya.

Selain inflasi, ada juga namanya deflasi, dimana berarti kebalikannya, yaitu nilai rupiah menguat. Hal ini terjadi contohnya pada kuartal pertama tahun 2016 dengan nominal dibawah 1% walaupun akhirnya pada kuartal-kuartal berikutnyamengalami pelonjakan lagi sampai membuat nilai rata-rata untuk tahun 2016 sebesar 3%.

Pemahaman mendalam dan alasan inflasi terjadi di Indonesia

Jika kita ingat krisis moneter pada tahun 1998 yang telah merusak pondasi perekonomian banyak negara termasuk Indonesia. Seperti yang sudah kita bahas sebelumnya, inflasi ini bukan merupakan fenomena sesaat, yang terjadi karena situasi tertentu baik di luar maupun dalam negeri. Namun hal ini sudah umum terjadi pada banyak negara-negara berkembang lainnya dan ini menjadi masalah jangka panjang Indonesia dikarenakan adanya banyak hambatan struktural dalam penunjangan ekonomi kita.

Karena itulah, pembenahan masalah inflasi tidak dapat diselesaikan menggunakan instrumen moneter saja karena yang harus diselesaikan sebenarnya adalah masalah pada sektor riil yang menghambat struktur ekonomi Indonesia yang sangat bergantung pada agraria salah satunya. Jika terjadi gagal panen misalnya, akan dapat mengguncang harga di pasar dalam negeri. Structural bottleneck seperti ini dapat disebabkan oleh beberapa faktor berikut:

  1. Teknologi pertanian yang masih sederhana sehingga tidak mampu mengimbangi permintaan pasar
  2. Cadangan valuta asing yang rendah dikarenakan nilai impor lebih besar dari nilai ekspor
  3. Inflasi harga dari negara asal barang impor karena ketiadaan kompetisi atau karena kebijakan ekonomi/politik

Beda halnya dengan negara maju seperti Amerika Serikat yang tidak perlu mengalami tiga masalah diatas, mereka memiliki tingkat inflasi setiap tahunnya rata-rata 1% dalam 10 tahun terakhir (Sumber: The Balance). Amerika Serikat hanya tinggal menggunakan devisa mereka untuk menjaga agar nilai mata uang dolar US stabil dengan mengambil kebijakan moneter. Hal ini dapat mereka terapkan karena mereka memiliki banyak pasokan dolar US yang beredar.

Indonesia sendiri mengambil kebijakan untuk melarang penggunaan mata uang selain rupiah sebagai alat transaksi pembayaran, termasuk diantaranya mata uang asing seperti dolar US dan Bitcoindengan maksud meningkatkan nilai tukar rupiah.

Tips dan trik dalam menjaga nilai dari uang tunai Anda

Demikian pembahasan dari saya tentang inflasi, terutama dalam mata uang rupiah yang mengalami penurunan nilai tetap di kisaran 4% dalam 10 tahun terakhir. Semoga dapat menjadi pertimbangan bagi Anda yang menyimpan uang tunai dalam jumlah besar di bank, karena menurut saya pribadi, hal tersebut tidak produktif. Akan lebih baik jika dana segar tersebut digunakan dalam berbagai jenis investasi.

Ada beberapa solusi praktis bagi Anda untuk berinvestasi dengan resiko yang sangat kecil seperti emas, properti, dan reksa dana. Lakukan diversifikasi portofolio jika Anda masih pemula. Nantinya Anda dapat memilih satu dari beberapa jenis investasi tadi, yang menurut Anda paling cocok dan menghasilkan pengembalian yang paling tinggi.

Selamat berinvestasi.

Penulis sudah berpengalaman menulis di berbagai media online seperti GoBear dan Tempo. IG: azlanshah_id

Summary
Review Date
Reviewed Item
Inflasi
Author Rating
51star1star1star1star1star

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *